NASKAH DRAMA

Published December 3, 2011 by zasharaesher

 

Judul         :  CURANMOR

Pemeran  :

Angie sebagai Juman

Aqilatul sebagai Guru

Putri L. sebagai Sumilah

Selly sebagai Liban

Zahrania sebagai Marsha

SINOPSIS

Ada seorang guru yang merasa tidak dihargai oleh muridnya. Padahal guru itu sendiri memang benar-benar error karena tertular virus error dari murid-muridnya. Cerita ini kami tampilkan di CURANMOR,curahan hati dan humor.

DIALOG

CURANMOR (Pencurian Kendaraan Bermotor)

Hmmmh…salah!!! Iku Curahan Perasaan lan Humor

Warung-warung doyo mas…

Warung doyo nang pinggir kali…hahaha

Dadi manungsa aja sombong-sombong mas…

Angger dereng ngrungoake CURANMOR teko arek ASA…

Ok,ok,ok…

Ketemu maneh bareng awake dhewe

Nang acara CURANMOR (Curahan Perasaan lan Humor)

Nang episode iki,arep nyritaake lingkungan sekolah

Pengen ngerti critane???Langsung ndelok wae nang TKP…

Warung-warung doyo mas…

Warung doyo nang pinggir kali…

Dadi manungsa aja mangan dondong mas…

Lek ngono rungoake bel wae saiki…

Bel masuk berbunyi.

B.G           : Selamat pagi anak-anak!(sambil memasuki kelas)

Murid       : Pagi agak mendung dikit,bu!

B.G             : Iyo bener. Pancen saiki cuacane mendung. Tapi,bu guru seneng banget ngajar kowe-kowe kabeh. Sekolah nang STM jan ora pantes kowe-kowe iki. Mlebu jam 7, jam setengah 8 sek nang terminal… Ya… jamane arek sekolah iku isine kudu belajar wae, aku lho sing ngajari sampek bosen! Tambah taun, muridku yo tambah akeh wae iki.. Opo’o yo?

Marsha     : Because, mam has new students every year..

Liban         : Kowe ngomong opo,Sa?? Nyutuden?? Ora ana kancane awake dhewe jenenge Nyutuden!! Bodo tenan to kowe Marsa, Marsa!

Marsha     : Marsa??.. My name is Marsha, you know?? New student isn’t the name of the student. I mean new student is murid baru…

Liban        : Ngomong dong dari tadi, Sa!

Marsha     : Just now, I finished tell you about that. But kamu tidak tahu artinya.

B.G             : Wis, wis. Isuk-isuk kok tukaran. Saiki ibu absen dhisik yo. Rantotuki?

Sumilah   : Isih nang terminal bu. Dicekel satpol PP.

B.G             : Oh, ya wis ora opo-opo. Samijo??

Sumilah   : Samijo gerah wojo, bu!

B.G             : Samijo iku mesti loro-loroan. Marsha?

Marsha     : (Mendengarkan musik)

Juman      : Heh, kowe diceluk!

Marsha     : What? Did she call me??

Juman      : (Mengangguk)

Marsha     :  I’m here, mom.

B.G             : Oalah… arek iki, wis isone bahasa barat-baratan sek gak gelem ngrungoake..(menggerutu) Bob Faj??

Juman      : Wonge mati, bu!

B.G             : Lho, berarti wonge saiki ana ing ngendi?

Juman      : Yo pastine ing kuburan to, bu…

B.G             : Oh, iyo yo. Liban?

Liban         : Saya, bu!

B.G              : Sumilah??

Sumilah    : Wonten, bu!

B.G              : Jumaniwati?

Juman       : Saye, bu!

B.G              : Masya Allah, teko murid 50 sing mlebu yo cuman 4… Opo kowe iki nggak kebangetan to, rek?

Murid        : Rajin, bu!

B.G              : Padahal kowe iki enak lho dadi murid. Tuku bakso, tuku sego, yo regane cuman 500. Ngono sek gak gelem mlebu sekolah..

Liban         : Maka dari itu, bu. Saya masuk sekolah buat ngenyangin perut sekaligus dapat sangu.

Sumilah    : Bener to, bu? Nang sekolah panganane regane murah ketimbang ing njobo.

Juman      : Iya, bu! Betul! Buat ngenyangin perut aja.

Marsha     : Hah?? No friends. Kita disini untuk belajar bukan untuk makan. You know???

B.G             : Wis talah.. Tukaran maneh. Saiki ibu arep ngajarno matematika.

Juman      : Opo, bu??? Matek-matekan??

Sumilah    : Oh, matek-matekan yo? Aku yo pisan iso koyo ngono. Iki, bu contohe… Ban,ayo tembak’en aku!!

Liban         : Swing… door!(melompat dari atas meja) Matek kowe!

Sumilah    : Ah… Aku terjatuh!

Juman       : Kamu terjatuh, kamu terjatuh lagi ditembak Liban.

Marsha     : Why do you do like that?? Bu guru nyuruh kita perang ya??

Juman      : Iya seru kan?

Marsha     : Ohh.. perang. Yes, I’m agree with you. I like this..

Murid       : (bermain perang-perangan)

B.G             : Ayo, sudah mainnya.

Marsha     : Kenapa berhenti mainnya? Kamu menyerah  ya?

Juman      : Enggak. Aku nggak nyerah. Kalau kita main terus berarti bu guru nanti ngajar kursi sama meja dong. Kalau bu guru gitu, berarti bu guru gila dong?(berbisik)

Marsha     : Oh, no! Guru kita disini hanya 1.

Liban         : Iya. Kalau bu guru gila, kita ikutan gila dong?(berbisik)

Sumilah     : Nggak mau ah.

B.G               : Ayo sekarang jawab pertanyaan ibu. 1+1= berapa?

Liban           : Jendela bu.

Juman         : Iyo bener iku.

B.G                : Bukan, nak.

Sumilah       : Wah, pada nggak tau ya? Lihat aku nih. Anak paling pintar disini pasti tau jawabannya.

B.G                : Apa jawabanmu, nak?

Sumilah      : 11 buuu!

Juman         : Bener juga, bu. 1+1 itu 11.. Pinter juga kamu!

B.G                : Ya, betul sekali kamu. Tapi lebih betul kalau jawabannya 1.

Marsha       : OMG… Bu guru and friends, of coursely the answer is 2.

Murid         : Salah….

B.G              : Marsha, nilai kamu ibu kurangi 20!

Marsha     : But mam…(kesal) Crazy Teacher!

B.G             : Kamu bilang apa Marsha?

Murid       : Crazy Teacher!!!

B.G             : Bagus! Nilai kalian akan ibu beri 100 semua.

Murid       : Hore!!!!

B.G             : Ya sudah, sekarang kita belajar bahasa Inggris. Ubah kalimat yang ibu katakan menjadi kalimat bahasa Inggris. Mengerti?

Murid       : Understand!!!

B.G             : Kucing hitam mati.

Marsha     : Black cat death.

Juman      :Wah ternyata gampang ya bahasa inggris tu. Bahasa Inggrisnya kucing hitam mati adalah blekedet.

Liban         : Iya, gampang juga.

B.G              : 2 1 2 1 2 warna mobil…

Marsha      : I know! Two one two one two car colour..

Sumilah     : Ih, Marsha mesum deh. Masak tuan-tuan tukar kolor aja diliatin.

Marsha      : No, I’m not. Itu tadi saya berbicara bahasa Inggrisnya. You don’t know about that? OMG…

B.G              : Pintar sekali!

Murid        : Really clever!

Bel pulang sekolah berbunyi

B.G              : Sekarang waktunya kita pulang!

Juman       : Nggak mau!!!!

B.G              : Terus kalian maunya apa?

Marsha      : Mam, I want to go home by train…

Liban          : Iya. Bu guru mau kan nganterin kami naik kerta?

Sumilah     : Mau ya, bu? Bu guru kan baik hati.

B.G              : Baiklah. Kalau begitu sekarang bentuk barisan ya!

Murid         : (membentuk barisan seperti kereta)

B.G               : Ayo, kita berangkat!

Murid         : Ayo!!

Mereka berjalan kereta-keretaan sampai seluruh murid sampai di rumah mereka masing-masing, dan kereta itu bermasinis bu guru.

TUGAS IPA

Published December 3, 2011 by zasharaesher

Tujuan : Menemukan alasan dari contoh Hukum Archimedes

Jembatan Ponton

Jembatan ponton tebuat dari drum-drum kosong atau bahan lain yang terapung di atas permukaan air dan dirangkai menjadi satu. Karena drum-drum itu terbuat dari besi dan di dalamnya diisi dengan udara, menyebabkan massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis zat cair. Hal itu yang menyebabkan jembatan ponton dapat mengapung di atas permukaan air.

Kapal Selam

Kapal selam adalah kapal laut yang berada dalam tiga keadaan, yaitu mengapung, melayang, dan tenggelam. Ketiga keadaan ini dapat dicapai dengan cara mengatur banyaknya air dan udara dalam badan kapal selam. Pada badan kapal selam terdapat bagian yang dapat diisi udara dan air. Ketika kapal selam ingin terapung, maka bagian tersebut harus berisi udara. Ketika akan melayang, udaranya dikeluarkan dan diisi dengan air sehingga mencapai keadaan melayang. Jika ingin tenggelam, maka airnya harus lebih diperbanyak lagi.

Kapal Laut

Kapal laut memiliki ukuran yang besar dan terbuat dari logam berat, namun dapat terapung di atas permukaan air. Hal itu terjadi karena bentuk kapal dibuat berongga sehingga volume air yang dipindahkan kapal bisa lebih besar dan mengakibatkan gaya ke atas dari air juga besar. Akibatnya, kapal bisa terapung.

Balon Udara

Sebuah balon udara dapat terbang di udara karena ada gaya ke atas yang dilakukan udara di dalam balon. Gaya ke atas tersebut timbul dari udara yang dipanaskan di dalam balon melalui pembakaran. Udara panas mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada udara dingin, sehingga lebih cenderung naik ke atas.

Rakit

Rakit adalah kendaraan yang dibuat dari bambu-bambu yang dirangkai menjadi satu. Rakit juga tidak memiliki bagian yang bisa diisi udara agar bisa memudahkan  mengapungnya rakit tersebut. Meskipun rakit hanya terbuat dari bambu, rakit bisa mengapung di air. Hal itu terjadi karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis air dan beratnya juga ringan sehingga memiliki gaya ke atas yang besar.

Galangan Kapal

Galangan kapal digunakan untuk mengangkat kapal laut yang akan diperbaiki bagian bawahnya yang berada di bawah permukaan air sehingga dapat terangkat ke permukaan air. Galangan kapal mula-mula tenggelam di dalam air, kemudian kapal masuk ke atas galangan kapal. Setelah itu, air di dalam galangan kapal dipompa keluar sehingga galangan terangkat sampai ke permukaan air. Dengan demikian, kapal dapat diperbaiki.

Hidrometer

Hidrometer adalah alat untuk mengukur massa jenis suatu zat cair. Misalnya memeriksa muatan aki, kadar air susu, alkohol, dan larutan gula. Semakin sedikit bagian hidrometer yang tenggelam berarti semakin besar gaya ke atas, semakin besar massa jenis zat  cair tersebut. Titik batas tenggelam menyatakan massa jenis zat cair. Cara menggunakannya adalah dengan mencelupkannya pada zat cair yang akan diukur massa jenisnya. Kemudian dilihat skala permukaan n zat cair dan nilai itulah yang merupakan nilai massa jenis dari zat cair tersebut.

NASKAH DRAMA

Published November 27, 2011 by zasharaesher

ALADIN & THE MAGIC LAMP

 

In Persia, there was a castle. The name was “Agrabah Castle”. In there,lived a princess and sultan. One day, Sultan Agrabah asked to Princess Jasmine about her prince candidate as her husband.

Sultan     : Jasmine, you always ignore all of the prince, if they will marry you! You must have a husband as a prince

from other kingdom before your birthday!

Jasmine  : But daddy…

Sultan      : I don’t care what you mean. I want you marry with the prince hurry!

Sultan Agrabah left Princess Jasmine alone in that room. But any someone heard that dialog. He was the minister of this kingdom, Ja’far.

Ja’far        : Hahaha… Princess Jasmine looking for a husband. I will be her husband, I will take over of this kingdom,and I

will be the leader of this country. Hahaha….

Iago          : A’a’a’a’…That’s right, that’s right.

Ja’far        : I will be the winner of this game!

One night, Princess Jasmine run away from the castle with the helped of Rajah, her tiger. Princess Jasmine climbed out the wall.

Jasmine  : Good bye, Rajah! Take care my father. I will go to the near village and see my … live.

Rajah        : (sad face)

Jasmine   : Oh Rajah, don’t be sad. I will come back quickly, I promise!

Rajah        : (smile)

When Princess Jasmine arrived on the market of that village, she saw a pitiful child. She took an apple and gave it to that child.

Jasmine   : Hei child! This one for you. (give the apple)

Child         : Thank you! (fell happy and run after that)

Jasmine   : (smile)

Seller        : Hei you! Come here! (angry)

Jasmine   : Pardon? Do you talk with me? (see the fruit seller)

Seller        : Of course you! Come here!

Jasmine   : What happend?

Seller        : Pay for that apple! (to open widely)

Jasmine   : But I don’t have money for pay it. Please forgive me! (sad face)

Seller        : That’s your problem! I don’t care about it. Now, pay it!

Jasmine   : Please! (cry)

Seller        : Please catch this thief! Help me!

Suddenly, Aladin came for helped Jasmine.

Aladin     : Thank you sir. You are so kind. Thank you very much, you help me to find my sister. She is crazy (whispering

and hold Jasmine’s hand).

Jasmine   : Oh my prince! You are the most handsome prince in the  world! (talk to the monkey)

Abu           : U’u’k…a’a’k.

Aladin      : See! My sister is crazy. So forgive her!

Seller        : Never! Soldier, come here!

Aladin      : Hei, come on! Run faster! As fast as you can! (run)

Jasmine   : Wait me please! (run follow Aladin)

They trough many small road. Finally, they arrived on Aladin’s house.

Jasmine   : Fiuhh… Thanks for your kind!

Aladin      : Your welcome! (smile). Hi, my name is Aladin. What’s your name?

Jasmine   : My name is Jasmine.

Aladin      : Where do you come from?

Jasmine   : Is that important for you?

Aladin      : I’m sorry. I mean…

Jasmine   : It’s okay! I know that one.

Aladin      : (smile)

Aladin told to Jasmine if he really wanted to lived in the castle. Jasmine just heard that without any comment. Suddenly, the castle’s soldier came and catched Aladin, they put him into the jail.

Ja’far        : Hei son!

Aladin      : What? Do you know if now I don’t want to talk with everyone? (angry)

Ja’far        : I will give you free, but you must take the magic lamp from Agrabah Treasure Cave.

Aladin      : Will you do that if I take it?

Ja’far        : Of course I will.

Finally, Aladin got free from the jail and he went to the cave for took the lamp.

Aladin     : Abu, where is the lamp?

Abu           : U’u’k…A’a’k (smiling)

Aladin      : Yeah..that’s the lamp! (while climb up the rock stairs)

Abu took a big diamond from the wall of cave and then, quake happend. The carpet took out Aladin and Abu from the cave, but Aladin fell from the carpet and he hang on the rock. Ja’far waited for Aladin in front of the cave.

Ja’far        : Hei Aladin! Where’s the lamp? Give it to me hurry!

Aladin      : Help me  first! I don’t want to give the the lamp, if you don’t help me first!

Ja’far        : I say, the lamp first!

Aladin      : Ok..ok, this lamp for you! (give the lamp to Ja’far). Now, help me!

Ja’far        : Never! Hahaha…

And then, Aladin fell down from the hanging rock. Suddenly, Abu took out the lamp from its clothes and gave it to Aladin.

Abu           : U’u’k..A’a’k

Aladin      : Is that the real lamp?

Abu           : U’u’u’k…

Aladin      : Good job boy! (take the lamp with rub repeatedly the lamp)

Genie        : Hoaamh..mmh, Oh thanks your majesty. You give me free from the lamp.

Aladin      : Oh, never mind! It doesn’t mean anything for me.

Genie        : Thank you very much, your majesty.

Aladin      : Don’t call me like that. It should better if you just call my name, Alladin.

Genie        : Ok, Al. Now, I give you 3 request.

Aladin      : Mmh… (thinking). I want to go out from this cave.

Genie        : No problem. It’s easy for me.

After that, they went out from the cave and Aladin asked 1 request again.

Aladin     : Genie, I want to ask 1 request again to you.

Genie        : I’ll do it. That’s your honour Al.

Aladin      : I want to be a prince!

Genie        : Triiiing…

Aladin      : Oh my Godness. My dreams come true! Now, I can prupose Jasmine. Thanks Genie!

Genie        : (smiling)

On the next day, Aladin came to Agrabah Castle with a big parade. He pretend to be a prince. He did it to attract Jasmine and the residence.

Aladin      : Nice to see you, your majesty. I’m Ali Baba. I want to prupose your daughter.

Sultan       : Hohoho.. That’s great. I can manage it. Now, I’ll call Jasmine first to introduce yourself.

Aladin      : I’ll wait for you.

Sultan       : (walk to Jasmine’s room) Jasmine…Jasmine.

Jasmine   : What’s happend daddy?

Sultan       : There is a prince waiting for you. Would you come to down stairs?

Jasmine   : Never! I don’t want any kind of prince. I just want to meet Aladin!

Sultan       : (go to down stairs) Prince Ali Baba. I’m sorry. Jasmine don’t want to come out from her room. You can stay

here for a while to wait Jasmine. Maybe, she is tired now.

Aladin      : Ok.

In the evening, Aladin flew up to balcoon of Jasmine’s bedroom. But Rajah didn’t like with the comed of Aladin.

Rajah        : (he looks angry with the coming of Aladin)

Jasmine   : What’s wrong, Rajah?

Rajah        : (walk approach to Aladin)

Jasmine   : Hei you! What are you doing here? Go away! I don’t want marry with you. I just want to marry with Aladin.

Go away from me!

Aladin      : Princess Jasmine, will you follow me to go to some places? I’ll show something to you.

Jasmine   : Never!

Aladin      : Ok. I’ll go right now. (jump from the balcoon)

Jasmine   : Oh no! Hei, don’t do that! Are you ok?

Aladin      : What?

Jasmine   : You not die?

Aladin      : Of course not.

Jasmine   : Is that the magic carpet? Can it flay?

Aladin      : Of course! Do you want to try?

Jasmine   : But I’m afraid.

Aladin      : It’s ok. I’ll acompany you. (help Jasmine to sit on the carpret).

Aladin and Jasmine went around the world by carpet. Aladin

asked Jasmine to see fire works.

Aladin      : Jasmine, I’ll tell you something. Look at me. Are you really don’t know me? I’m Aladin.

Jasmine   : Oh my prince. I’m so sorry. I really don’t know it. You are so different.

On the next morning, Jasmine told to Sultan if she wanted to marry with Ali Baba.

Jasmine   : Daddy, I will marry with Ali Baba.

Sultan       : No, you won’t. You must marry with Ja’far. He’s better than Ali Baba.

Jasmine   : But yesterday you said, I’ll marry with Ali Baba. Why do you do this to me? I don’t like Ja’far.

Sultan       : You will marry with Ja’far quickly. I’ll manage all of it.

Suddenly, Aladin came to castle and he looked for Jasmine. He wanted to told if last night Ja’far tried to kill Aladin.

Aladin      : Beib, Ja’far tried to kill me last night.

Jasmine   : It’s impossible honey. How come he try to kill you?

Aladin      : He wanted to steal my lamp.

Jasmine   : Oh really? My father is hipnoted by Ja’far too. I think ya, we must be careful with Ja’far. He is so licik.

Aladin      : Jasmine, it’s better if you stay here and I want to looking for Ja’far. I want to take my lamp back.

Jasmine   : Mmh…ok.

Aladin      : (walk for leave the castle)

Jasmine   : Aladin?

Aladin      : Hem?

Jasmine   : Be careful.

Aladin      : (smiling)

On the next day Ja’far asked 1 request to genie. He wanted Jasmine to fell in love with Ja’far. Actually, genie couldn’t changed a felling of someone. So, Jasmine pretend to love Ja’far.

Jasmine   : Ja’far, after this you will be the leader of this country.

Ja’far         : Hahaha. You’re right princess.

Aladin      : I’ll get back my lamp. (whispering)

Jasmine   : Ok.

Aladin      : Oh God! Where is the lamp?

Jasmine   : (tell to Aladin with her eyes)

Aladin      : Thank you.

Ja’far         : Princess, what are you doing?

Jasmine   : What? Mm… I just thinking about my father, Ja’far.

Ja’far         : Oh, don’t worry about it princess. Sultan will be ok.

Abu           : (falling something)

Ja’far         : Hei Aladin, you take my lamp! Give it to me!

Aladin       : Ja’far, it’s better if you have a request to genie if you want to be a super genie in the world.

Ja’far         : That’s good idea. How clever you are. But, before I’ll be the super genie. I’ll put Jasmine on the big jam pasir.

Jasmine   : Please, don’t do that.

Ja’far         : Hahaha…

Jasmine   : Aladin, help me!

Aladin      : Wait Jasmine. I’ll help you.

Abu           : U’u’u’k…

Ja’far        : (take the lamp with rub repeatedly)

Genie        : Oh, your majesty. What do you want?

Ja’far        : I want to be a super genie.

Genie        : Tringgggg…

Ja’far        : Hahaha… Now, I can get whatever I want.

Aladin      : Hei, Ja’far! Don’t forget. You’re genie, I’m your boss. So, you must do what I ask to you! I want you to stay on

the lamp until any someone give you free.

Suddenly, appear a magic lamp menyedot Ja’far. Ja’far felt regreted when he wanted to change his self to be a genie. First genie got free lived from the request of Aladin. Finally, Aladin and Jasmine lived happilyand ever after.

THE END

Brianov Arya Wardana as Aladin

Zahrania Marsha Amira Sulherman as Jasmine

Tri Dharma Setyaningrum as Ja’far

Risa Umami Febriyanti as Genie

NASKAH PEMBAWA ACARA

Published November 27, 2011 by zasharaesher

Bintang :

Selamat sore pemirsa. Reportase Sore kembali menemani anda dengan berita-berita terbaru, terhangat, dan teraktual bersama saya Bintang Ayu, Senin, 7 November 2011.

Kematian satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang masih saja terjadi akhir-akhir ini bisa berujung pada penutupan Kebun Binatang Surabaya yang berdiri sejak 31 Agustus 1916 ini. Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan penutupan KBS adalah kisruh terkait status pengelolaan KBS belum menemukan titik penyelesaiannya.

Untuk informasi selengkapnya akan disampaikan oleh rekan saya Zahrania yang sudah berada di Kebun Binatang Surabaya. “Baik rekan Zahra silahkan menyampaikan informasi yang anda dapat.”

Zahrania :

Terima kasih rekan Bintang. Pemirsa, sekarang saya sudah berada di Kebun Binatang Surabaya yang bertempat di Jl. Setail no. 1 Surabaya.

Saya akan menyampaikan informasi yang saya dapat dari hasil wawancara dengan Bapak Sukadi selaku pengurus KBS.

Ternyata faktor penyebab terjadinya kematian satwa-satwa KBS adalah :

  • Tidak sehatnya kondisi lingkungan dan tempat tinggal satwa yang kurang memadai
  • Perawatan dan penanganan terhadap satwa-satwa yang kurang maksimal

Hal-hal tersebut terjadi karena menejemen yang kurang profesional dan adanya pertikaian antar pengurus.

Dalam kurun waktu 2009-2010 sedikitnya 548 ekor satwa mati, antara lain : macan tutul, kanguru, buaya, rusa, dan singa. Pada bulan Februari  2010, Kementrian Kehutanan mengambil alih pengelolaan KBS dengan menunjuk Tim Pengelola Sementara (TPS)  dan pada bulan April 2011 lalu, Walikota Surabaya menyampaikan keinginannya untuk mengelola KBS tetapi masih dalam pertimbangan pihak KBS.

Solusi sementara dari Balai Konservasi SDA Jatim yaitu akan mengosongkan KBS. Caranya dengan memindahkan sementara satwa-satwa yang sehat untuk menghindarkan dari kondisi lingkungan yang tidak sehat bagi kesejahteraan binatang sedangkan satwa-satwa yang kondisinya rawan dan berpenyakit tetap berada di KBS.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Zahrania Marsha dan Rino Christian melaporkan.

Bintang :

Terima kasih rekan Zahra. Semoga KBS segara mendapatkan penanganan lebih lanjut dari pemerintah. Berita selanjutnya adalah longsor yang terjadi pada tanggal 6 November 2011 di daerah Temanggung pukul 17.00 waktu setempat. Bencana ini menewaskan 4 orang dan 2 korban luka.

Untuk mengetahui raingkaian kejadiannya secara langsung, rekan saya Zahrania akan mewawancarai salah seorang saksi mata yang berada di tempat kejadian pada saat itu. “Rekan Zahra, silahkan menyampaikan informasi yang anda dapat.”

Zahrania :

Baik, sekarang saya sudah berada di Dusun Cebong, Desa Gandok, Kecamatan Kaloran, Temanggung.

Telah terjadi bencana longsor tepatnya di tebing sungai Kedung Manak yang menewaskan 4 orang dan 2 korban luka. Dapat dilihat dibelakang saya ada sekelompok warga yang mencari korban tebing longsor di sungai Kedung Manak ini. Disamping saya ada Bapak Wahyu Setiawan, saksi mata kejadian longsor ini. Untuk mengetahui informasi selengkapnya saya akan mewawancarai beliau.

Z : Maaf pak, permisi. Saya ingin mewawancarai bapak seputar kejadian longsor ini.

W : Oh iya mbak, silahkan.

Z : Aktivitas apa yang dilakukan warga di sungai Kedung Manak ini sebelum longsor terjadi?

W : Kemarin, ada 28 orang yang sedang memancing di sungai ini. Cuaca cerah saat itu. Menjelang senja, beberapa orang mulai meninggalkan sungai.

Z : Apakah bapak ikut memancing juga di sungai itu?

W : Tidak. Saya hanya duduk di pinggir sungai dan melihat mereka.

Z : Lalu, bagaimana kronologis kejadiannya pak?

W : Setelah tinggal beberapa orang di  sungai ini, sekitar 5 menit kemudian tiba-tiba tebing setinggi 30 meter disana ambruk. 4 orang yang berada tepat dibawah tebing tersebut langsung tertimbun. 2 orang yang berada tak jauh dari lokasi kejadian terkena serpihan reruntuhan sehingga terluka parah. Sedangkan saya refleks lari menjauh.

Z : Setelah kejadian longsor itu apakah bapak langsung menolong korban?

W : Saya tidak bisa berbuat banyak, jadi saya memutuskan untuk mengabarkan kejadian tersebut pada warga. Setelah itu, saya dan warga kampung mengevakuasi korban luka dan membawanya ke RSUD Djojonegoro.

Z : Baik, terima kasih bapak Wahyu atas waktu dan informasi yang diberikan.

Demikian wawancara langsung di tempat kejadian. Zahrania Marsha dan Rino Christian melaporkan.

Bintang :

Teriam kasih rekan Zahra atas informasinya. Demikian Reportase Sore pada hari ini. Nantikan berita-berita lainnya di Reportase selanjutnya. Kami segenap kru dan karyawan mengucapkan “Selamat Idul Adha” bagi anda yang merayakannya. Mohon maaf bila ada kesalahan dan sampai jumpa.

NASKAH LOMBA STORY TELLING

Published November 20, 2011 by zasharaesher

Jaka Tarub and Nawang Wulan

 

Jaka Tarub was a handsome and diligent young man. He lived in a village near a lake. One day, when Jaka Tarub passed the lake, he heard some giggles and laughs of some girls who were bathing in the lake. He was curious, so he pepped trough the bushes. There were seven beautiful girls in the lake. They’re the fairies from the heavenly kingdom of kahyangan. Jaka Tarub saw a scarf near the bushes. It belong to one of the fairies. So, he took it and hid it.

Crackkk!! Accidentally, Jaka Tarub stepped on a twig. “There is someone!” said the one of the fairy. “Let’s get back hurry!” she said. They pulled offer and wore their scarf. But something happend, “Where is my scarf? Where is it? Help me to find it please!”. One of the fairy couldn’t find her scarf. She was the youngest fairy called Nawang Wulan. They tried to search for it, but it was no where to be found. “We’re sorry, Wulan. We have to go back to kahyangan.” said the eldest fairy. “You’ll have to find it by yourself. We’ll wait for you in kahyangan.” She said in empathy. Then, the other fairies flew to the sky leaving Nawang Wulan behind. Nawang Wulan saw them leaving in tears. She was so sad.

Suddenly, “Excuse me…” said Jaka Tarub, startling Nawang Wulan. “Are you ok?” he asked. Nawang Wulan moved backward, “Who are you?” she asked. “My name is Jaka Tarub. I was passing by and I heard you crying, so I came to see what happend.” Jaka Tarub lied. Nawang Wulan told him about her problem, “I can’t fly without my scarf.” she said. Then, Jaka Tarub asked her to come home with him. At first, Nawang Wulan refused the offer. But since she didn’t have anywhere else to go, she decided to follow Jaka Tarub.

Nawang Wulan stayed with Jaka Tarub in the village. A month passed, they decided to get married. Nawang Wulan was willing to marry a human because she fell in love with Jaka Tarub. After a year, they had a beautiful daughter. The name was Kumalasari. They lived happily.

Jaka Tarub was also happy to live with Nawang Wulan and Kumalasari. Especially, because he always got a lot of harvest since he married Nawang Wulan. He couldn’t even keep all of his harvest in the barn because it always full. He was curious. One day, Jaka tarub stayed at home. “I want to stay home today. I’d like to play with Kumalasari.” he said to his wife. “Well, I’ll go to the river to wash the clothes. Please keep an eye on Kumalasari.” she asked. “I’m cooking rice now. Please don’t open the pan cover before it’s done.” she said just before she left. After Nawang Wulan left home, Jaka Tarub opened the pan cover. He found only one single paddy. He was shock.

Before lunch, Nawang Wulan came home. She headed to the kitchen to see the rice she had cooked. But she found that, the rice turned into only a few grains.

Ever since, she lost her power. She couldn’t cook rice with only a single paddy. Their paddy supply was slowly lessend and their barn was almost emptied. One day, Nawang Wulan went to the barn to get some paddy. When she took one of them, she found a scarf. “What is this? This is my scarf.” said Nawang Wulan startled.

That night, Nawang Wulan asked her husband about the scarf. Jaka Tarub’s eyes widened, “You found it?” he asked. Jaka Tarub looked down and asked for her forgiveness. “Because I’ve found my scarf, it’s time for me to go back to where I belong.” Nawang Wulan said. Jaka Tarub tried to stop her, but Nawang Wulan had made up her mind. “Please take good care of Kumalasari.” she said. “If she wanted to see me, take seven grains of candlenut and put it into a basket. Shake it as you play the bamboo flute. Then I’ll come to see her.” she explained.

Jaka Tarub promised to take good care of their daugther. He once again asked for forgiveness for all of his mistakes. “Don’t worry. I ‘ve forgiven you, so you don’t have to feel guilty. I must go now. Please take care.” said Nawang Wulan asked she flew to the bright full moon.

Hello world!

Published November 19, 2011 by zasharaesher

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.